Activity

  • Frank Falkenberg posted an update 1 year, 7 months ago

    Jawa ialah salah satu etnis yang paling mendominasi di negara kepulauan Indonesia. Mayoritas etnis Jawa ini tak cuma berada di Pulau Jawa saja, tapi juga tersebar di beraneka wilayah. Oleh sebab itu, banyak sekali tempat yang mengadopsi kultur Jawa sedangkan bukan berada di Pulau Jawa. Termasuk kultur baju adat Jawa yang tak akan luntur oleh zaman. Pakaian ini banyak dibagai dalam beragam kegiatan, seperti acara formal.

    Ada beragam ragam baju adat di Jawa, dari mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Salah satu baju adat dari Jawa yang paling populer adalah kebaya. Kebaya ini yaitu baju blus, tunik, atau berupa atasan tradisional yang digunakan oleh wanita. Baju ini lazimnya terbuat dari kain ataupun bahan brukat yang dikombinasikan dengan bawahan kain batik, songket, maupun sarung.

    Sebenarnya kata kebaya berasal dari bahasa arab yakni abaya yang berarti pakaian. Tetapi, ada sumber yang menerangkan bahwa kebaya yakni pakaian yang dibawa dari China kemudian mengalami akulturasi ketika sampai di tanah Jawa. Pada zaman dahulu kebaya merupakan lambang aristokrasi untuk membedakan antara wanita ningrat dan rakyat jelata. Namun dikala ini kebaya diterapkan untuk segala orang untuk dikenakan dalam acara khusus.

    takterlihat adat selanjutnya yaitu jawi jangkep. Kalau tadi kebaya merupakan pakaian adat Jawa untuk perempuan, jawi jangkep ini dikhususkan untuk para pria. Baju ini sudah legal menjadi baju adat provinsi Jawa Tengah yang asalnya dari Keraton Surakarta. Ada beberapa perlengkapan dalam menggunakan Jawi Jangkep ini yakni dari yang paling atas adalah blankon atau destar, atasan dengan komponen belakang diciptakan lebih pendek sebagai daerah keris, kain bawahan, timang, setagen, keris, dan selop untuk alas kaki.

    Pakaian Jawa berikutnya bernama surjan, baju ini diaplikasikan untuk kaum pria, dimana berupa model atasan yang mempunyai kerah tegak. Surjan lazimnya terbuat dari kain dengan motif lurik atau floral. Kata surjan ini juga memiliki arti menjadi manusia yaitu singkatan dari suraksa-janma. Melainkan, ada juga yang mengistilahkan surjan dengan gabungan dari kata siro dan jan yang berarti pelita.

    Surjan pada mulanya juga sebagai pakaian seorang bangsawan atau abdi keraton. Baju ini ada dari zaman kerajaan Mataram Islam yang diberi tahu pertama kali oleh Sunan Kali jaga. Surjan juga kerap kali disebut dengan baju taqwa dimana pada bajunya terdapat makna religius.

    Baju adat Jawa yang terakhir ialah batik. Berasal dari kata amba yang artinya lebar walaupun thik yang berarti titik. Batik yakni kain yang digambar di kain yang lebar dengan menggabungkan spot-titik sehingga menjadi motif yang menawan. Dikala ini baju batik amat populer dan disesuaikan dengan perkembangan fashion.

Skip to toolbar